Quote “Larry Page” Google Founder

Sejauh ini kami bernasib baik dapat merekrut banyak bintang yang kreatif, berprinsip, dan bekerja keras, 

Mengapa bernasib baik , karena para leader di google berpegang teguh pada Visi dan Misi besar , EQ (Emotional Quotient) peduli pada ekosistem dunia luar yang perlu kepedulian lebih, tertanam dalam setiap jiwa para karyawan di setiap lini dari yang paling bawah sampai ke para eksekutif top leader, SQ (Spiritual Quotient)  menjiwai setiap gerak langkah kehidupan pekerjaan dan arah perusahaan dalam keberagaman budaya dan agama keyakinan masing masing. Praktik baik juga dapat dilihat pada banyak perusahaan GOOGE, ZAPPOS, DREAMWORKS, APPLE, LEGO, OCTICON, WIKIPEDIA  mereka semua tidak semata mata mengejar profit finansial yang cenderung arogan, serakah dan corruptif

How to be a Great Teacher Oleh Bpk. ust. Ferdinal lafendry M.Pd

How to be a Great Teacher
Oleh Bpk. ust. Ferdinal lafendry M.Pd

Ada tiga kunci yang harus dipersiapkan guru untuk menjadi Great Teacher. Pertama, meningkatkan motivasi. Beberapa aspek yang perlu dipahami dalam meningkatkan motivasi guru adalah sebagai berikut: mencintai pekerjaan, terus belajar, memiliki nilai spiritual dalam mengajar yang menghadirkan anak didik dalam setiap doa, dan mengajar dengan hati. Kedua, kapasitas pengetahuan. Dalam hal ini guru harus memiliki kemampuan untuk menjelajahi kemampuan siswa (discovering ability) dan memahami cara kerja otak dalam menyerap informasi.
Ketiga, kunci menjadi seorang Great Teacher adalah memiliki keterampilan. Apa saja yang meiliputi keterampilan seorang guru terbaik adalah sebagai berikut: guru memiliki kemampuan great opening dan apersepsi yang memukau, memilliki variasi metode dalam pembelajaran, kemampuan mereview dan closing yang menggugah, penguasaan terhadap media pembelajaran yang berbasis information communication and technology (ICT), keterampilan membuat rencana pembelajaran yang kreatif, mahir dalam bidang communication skill, dan terahir adalah keterampilan dalam classroom management.
Dan dari semua itu yg terpenting adalah :
روح المدرّس أهمّ من مدرّس نفسه و أهمّ من كلّ شيئ
Ruh guru lebih penting dari guru itu sendiri dan lebih penting dari segala2nya
Intinya menjadi guru adalah Panggilan jiwa.
Semoga Bermanfaat Aamiin

Mengenal Microsleep, Penyebab Sel-sel Otak ‘Shut Down’ Saat Mudik Berkendara

Jakarta – Saat berkendara, kelelahan bisa membuat sebagian sel otak ‘tertidur’ untuk sesaat. Sang pengemudi bahkan tidak sempat menyadarinya, tapi dalam sepersekian detik bisa menyebabkan kecelakaan fatal.

Dalam kondisi seperti ini, seorang pengemudi bisa saja tidak merasakan kantuk. Persepsi rasa kantuk kadang terkalahkan oleh adrenalin, yang meningkat ketika sedang asyik berkendara. Terlebih di jalur mudik, padatnya arus kendaraan menjadi tantangan tersendiri untuk saling mendahului.

Namun kemampuan otak tetap ada batasnya. Kurang tidur dan kelelahan akan membuat sebagian sel-sel otak mulai berhenti bekerja, sebelum seseorang merasakan kantuk. Akibatnya bisa menurunkan konsentrasi, atau bahkan memicu tidur sesaat atau disebut sebagai microsleep.

Karena hanya berlangsung sangat singkat, biasanya tidak lebih dari 10 detik, serangan microsleep biasanya tidak disadari. Baru setelah fase tidur singkat ini berakhir, seringkali muncul sensasi ‘sharp jerk of the head‘ atau hentakan kuat di kepala, seperti dikutip dari BBC.

Baca jugaMengenal Micro-sleep, Kebiasaan Tidur yang Terjadi Saat Berkendara

Kepadatan arus mudik di beberapa ruas jalanKepadatan arus mudik di beberapa ruas jalan (Foto: Agung Pambudhy)

Walau cuma sebentar, microsleep bisa berakibat fatal terutama saat sedang berkendara. Dalam kecepatan tinggi, hilangnya kesadaran selama beberapa detik sudah bisa menyebabkan kendaraan meluncur tidak terkendali sejauh ratusan meter.

Microsleep bukan hal yang langka di kalangan pengemudi. Sebuah penelitian di RS Paru Persahabatan mengungkap, gangguan tidur ini banyak dialami oleh para sopir taksi yang mengalami obesitas. Kegemukan yang mereka alami menyebabkan gangguan obstructive sleep apnea (OSA) sehingga kualitas tidurnya berkurang dan menjadi lebih rentan terhadap serangan microsleep.

Baca jugaRiset RSP Persahabatan: Sopir Gemuk Rentan Kecelakaan Akibat Microsleep

Bagaimana caranya menghindari microsleep? Tidak ada pilihan lain, memenuhi kebutuhan tidur adalah kunci utamanya. Berbagai penelitian menunjukkan, berkendara dalam kondisi kurang tidur sama bahayanya dengan berkendara di bawah pengaruh alkohol. Salah satunya, karena rentan mengalami serangan microsleep.

Bagaimana dengan kopi dan suplemen kafein? Praktisi kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran, dr Andreas Prasadja, RPSGT menyebut kafein hanya berfungsi menunda kantuk dan tidak pernah benar-benar bisa menggantikan tidur. Pada titik tertentu, kafein tidak akan sanggup mencegah serangan microsleep

 

 

……Detik.com…….13 Juni 2018/22.10 wib

PPDB SMA – SMK – SLB JAWA BARAT 2018

 

Untuk jadwal kegiatan PPDB jawa barat tahun 2018 secara garis besar dibagi menjadi 2 kegiatan antara lain adalah sebagai berikut :

Jadwal PPDB Jalur KETM, PMG, WPS, ABK dan Prestasi

  • Pendaftaran
    Dilaksanakan pada tanggal 4 Juni – 8 Juni 2018 (Senin – Jum’at)
  • Verifikasi / Uji Kompetensi
    Dilaksanakan pada tanggal 25, 26, dan 28 Juni 2018 (Senin – Kamis)
  • Pengumuman
    Dilaksanakan pada tanggal 30 Juni 2018 (Sabtu)
  • Daftar Ulang
    Dilaksanakan pada tanggal 2 Juli – 4 Juli 2018 (Senin – Rabu)

Adapun di bawah ini merupakan jadwal  jeda pada saat pelaksanaan proses seleksi jalur KETM, PMG, WPS, ABK dan Prestasi

  • Libur Idul Fitri
    Dari mulai tanggal 10 Juni – 24 juni 2018 (Berdasarkan kalender akademik)
  • Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)
    Dimulai pada tanggal 27 Juni 2018

 

Jadwal PPDB Jalur NHUN

  • Pendaftaran
    Dilaksanakan pada tanggal 5, 6, 7, 9, 10 Juli 2018 (Kamis, Jum’at, Sabtu, Senin, Selasa)
  • Seleksi
    Dilaksanakan pada tanggal 5, 6, 7, 9, 10 Juli 2018
  • Pengumuman
    Dilaksanakan pada tanggal 12 Juli 2018 (Kamis)
  • Daftar Ulang
    Dilaksanakan pada tanggal 13 Juli – 14 Juli 2018 (Jum’at – Sabtu)

Sedangkan untuk jadwal kegiatan lainnya adalah sebagai berikut :

  1. H.1 Tahun pelajaran 2018/2019
    Dimulai pada tanggal 16 Juli 2018 (Senin)
  2. MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah)
    Dimulai dari tanggal 16 Juli – 18 Juli 2018 (Senin – Rabu)

Arah Transformasi dan “Digital Crisis” 2018 – Kompas.com/Rumah Perubahan

Mendiang Presiden Kennedy pernah mengatakan, hati-hati menggunakan kata “crisis”. Dan kata itu kembali menguat di akhir tahun ini, tatkala lembaga riset Forrester mengeluarkan outlook bisnis tahun 2018. Salah satu poin pentingnya, akan terjadinya digital crisis di tahun 2018.

Ini menjadi penting untuk anda yang tengah merumuskan visi 2018, sebab ekonomi digital benar-benar telah merasuki hampir seluruh kehidupan manusia.

Dan bagi Forrester, digitalisasi bukanlah sebuah elective surgery, melainkan mandatory. Sementara 60 persen CEO merasa mereka sangat tertinggal.

Di tanah air, bahkan lebih dari 80 persen CEO dan pengusaha lama merasa masih menjadi pemula (beginners) yang gaptek. Dan celakanya itu dialami perusahaan-perusahaan yang menjadi bintang bagi generasi X dan di atasnya.

Merek-merek besar yang selalu unggul dan menguasai pasar dengan jaringan distribusi yang selama ini solid, tetapi serba manual dan eye-contact.

Namun kalau kita mau kembali ke peringatan Kennedy, maka kata crises tidak boleh dibaca linear sebagai “keadaan yang berbahaya”, melainkan “ada kesempatan dalam bahaya.”

Kemana hilangnya kapal-kapal layar?

Supaya jelas kemana arah transformasi yang perlu dipersiapkan para pelaku usaha di tahun 2018, saya ajak anda membuka sedikit catatan sejarah ke belakang. Ya, ini soal kapal-kapal layar yang lenyap di era revolusi industri.

Anda mungkin masih ingat gambar di buku-buku sejarah yang mengesankan perdagangan global dengan kemunculan ribuan kapal layar pengangkut segala barang, termasuk rempah-rempah.

Kapal layar pernah berjaya merajut kesatuan nusantara dan penghubung perdagangan dunia. Entah itu kapal Pinisi, atau kapal VOC.

Kapal-kapal layar itu hilang sejalan dengan munculnya mesin uap. Bagi kaum muda saat itu, mesin uap adalah opportunity untuk mengganti pemain-pemain lama yang enggan berubah. Namun bagi pengusaha lama, mesin uap adalah bahaya. Maka yang terjadi, mereka memang mengambil jalan transformasi, tetapi separuh hati.

Ya, alih-alih melakukan transformasi yang penuh, para pemilik kapal hanya tergoda membeli mesin dan memasangnya di lambung kapal. Di atasnya tetap layar yang ditiup angin, namun di bawahnya ada mesin yang bisa memicu kecepatan.

Sementara kapal-kapal baru bermunculan yang didesain tanpa layar sama sekali. Ukuran kapal pun berubah. Jumlah muatan yang diangkat terus diperbesar. Dan dermaga-dermaga baru di manca negara terus dibangun menyesuaikan diri dengan bentuk kapal-kapal baru.

Kedalaman laut di tepian dermaga juga diperdalam karena bobot kapal lebih besar. Sementara di sini, dermaga-dermaga kita hingga tahun 2000 masih sama dengan keadaan 30-40 tahun sebelumnya.

Pemilik kapal-kapal mesin baru itu adalah pengusaha-pengusaha baru. Sementara mesin-mesin kapal dibeli oleh para pemilik kapal layar yang masih menggunakan angin sebagai kekuatan dengan dimensi kapal yang tak berubah.

Begitu terusan Suez dan terusan Panama dibuka, kapal-kapal layar perlahan-lahan mulai berguguran. Para pemiliknya bergumam, “Kami mati karena daya beli menurun, orang tak lagi melakukan perdagangan karena resesi ekonomi.”

Padahal pemilik barang memilih berdagang dengan kapal-kapal baru yang jauh lebih cepat, dan biayanya jauh lebih murah.

Kapal uap mulai dikenal pada tahun 1813. Menurut catatan Gale & Aarons (2017), kapal-kapal layar itu mulai kehilangan pasar pada tahun 1849 setelah dibangun terusan Panama yang membutuhkan kapal yang dimensinya lebih besar. Kecepatannya lebih tinggi dan daya angkut yang lebih, menyambut dunia yang lebih terbuka.

Transformasi separuh hati

Kisah tentang kapal-kapal layar yang dipasangi mesin-mesin uap itu kini tengah kita hadapi dalam perekonomian Indonesia. Khususnya ketika kita tengah memasuki perdagangan digital yang sangat disruptif.

Perusahaan-perusahaan berlomba membeli teknologi dan menguasainya, tetapi bentuk kapalnya tetap sama. Demikian pula leadership, business capabilities, customer engagement, mindset pegawai dan corporate culture-nya.
Semua masih hidup di atas “kapal layar,” yang kini diberi “mesin uap” (teknologi).

Perusahaan-perusahaan demikian seperti tengah berkelahi melawan fakta-fakta baru bahwa bisnis mereka tengah berada dalam ancaman kematian. Semakin dekat kita memasuki perdagangan digital, maka semakin besar desakan kematian itu.

Tengok saja saat manusia mulai mengeksplorasi dunia digital 50 tahun lalu, rata-rata perusahaan terkemuka di dunia bisa bertahan lebih dari 50 tahun dalam daftar Fortune 500. Tetapi kini, di tahun 2018 diperkirakan mereka hanya bisa ada dalam daftar itu sekitar 15 tahun saja.

Raksasa-raksasa yang branded dan innovative itu begitu cepat digantikan pemain-pemain baru yang rata-rata CEOnya jauh lebih muda dan perusahan-perusahaannya sama sekali tidak dikenal di masa lalu.

Mau berlindung pada pemerintah lewat aturan-aturan lama ternyata juga tak bisa karena netizen berkata lain lewat customer enggagement yang lebih intim.

Mengapa raksasa-raksasa itu berguguran? Jawabannya adalah transformasi yang mereka lakukan benar-benar separuh hati, mereka membeli teknologi sekedar ikut-ikutan. Orang-orang lama tidak dilatih ulang, cara berpikirnya tidak diperbaiki, supply-chain management-nya tetap sama, sehingga cost structure-nya tidak berubah.

Sepenuh hati

Maka di tahun 2018, menurut catatan saya, akan bertambah banyak perusahaan-perusahaan besar lama, lintas kategori, yang akan semakin tegang memandang perubahan ini dan menyalahkan keadaan.

Apakah itu sektor keuangan, industri pengolahan, perdagangan dan retail, media, transportasi, farmasi, hospital, otomotif, dan masih banyak lagi yang akan memasuki masa-masa yang sulit.

Saya tentu tak bermaksud menakut-nakuti, melainkan menuntut perhatian agar eksekutif lebih berani mengambil langkah-langkah yang lebih mendasar.

Ibarat kapal layar yang telah memberi kesempatan ekonomi yang besar di masa lalu, maka kehadiran mesin uap di awal abad 18 perlu disambut dengan kapal yang benar-benar baru, baik bentuk, dimensi, dan cara-cara kerja baru.

Demikian pula kehadiran teknologi digital di abad 21, tak dapat dihadapi semata-mata dengan menambah kapabilitas teknis.

Harap diingat, 75 persen software-software baru yang powerful yang dibeli perusahaan dalam lima tahun belakangan ini pun kurang berhasil mengantarkan kemajuan perusahaan.

Masalahnya, perusahaan hanya mengandalkan orang-orang IT saja untuk menginstalasi software, sementara cara berpikir dan leadership capabilities manajemen tidak berubah.

Hanya dengan transformasi “sepenuh hati” perusahaan-perusahaan Indonesia bisa berlayar lebih cepat.

Untuk itu, cara para pemimpin dan pengamat ekonomi dalam mengkontekstualisasi dunia ini, pun harus berubah. Sebab mereka juga mengantarkan cara berpikir para CEO dan pemimpin.

Selamat berselancar dalam gelombang besar perubahan yang penuh kesempatan, bagi mereka yang sepenuh hati.

 

Rhenald Kasali

Founder Rumah Perubahan

UN BOSS….the next disruption

 

ISI BUKU INI:

  • Menjelaskan konsep kepemimpinan baru, yaitu Unboss.
  • Konsep Unboss ini membalik paradigma lama tentang bisnis dan manajemen. Misalnya, tujuan dari sebuah bisnis selayaknya bukanlah soal laba sebesar-besarnya, tapi visi sosial dan kontribusinya terhadap masyarakat.
  • Unboss adalah sebuah gerakan, bukan hanya perspektif baru, yang cocok diterapkan untuk generasi milenial saat ini. Kolaborasi, misalnya, menurut konsep Unboss lebih penting dari kompetisi.
  • Perusahaan atau organisasi yang menerapkan konsep Unboss terbukti lebih cepat berkembang dan mampu menjawab tantangan zaman, misalnya, Wikipedia, Google, LEGO, Twitter dan Pramuka.
  • Buku ini juga mengenalkan konsep kecerdasan yang baru, yaitu kecerdasan berjejaring (NQ, Network Quotient).
  • Buku ini ditulis secara kolaboratif, dengan melibatkan lebih dari 100 orang kontributor.
  • Semua royalti dari buku ini disumbangkan kepada Gerakan Pramuka Sedunia