Belajar Sepanjang Hayat

Barangsiapa meniti jalan untuk mendapatkan ilmu, Allah akan memudahan baginya jalan menuju surga.

Ke Blog ->

First El Fitra Workshop Event #2020Januari30

               Peningkatan mutu pendidikan sejatinya diawali dari program yang diterapkan untuk satuan pendidikan SMA EL FITRA berusaha untuk memenuhi empat aspek yang harus diperhatikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.Keempat aspek itu yakni kebijakan, kepemimpinan kepala sekolah, infrastruktur, dan proses pembelajaran. Kebijakan hal terpenting, utamanya yang berlaku secara sma EL FITRA meliputi kurikulum dan ujian EL FITRA. Adapun yang hal kedua ialah kepemimpinan (leadership) kepala sekolah juga tak kalah penting di dalam manajemen berbasis sekolah. "Tergantung school based management, artinya leadership kepala sekolah, transparansi keuangan, hubungan ekosistem berjalan di sekolah antara guru dengan kepala sekolah, orang tua dengan guru, maupun dengan siswa dan seluruh yang ada di satuan pendidikan, ekosistemnya harus jalan, Sebagai Pengawas Sekolah berharap, kepala sekolah yang memiliki kreativitas dan inovasi bagus, bisa membuat sekolah yang dipimpinnya menjadi bagus pula. Aspek ketiga lanjutnya ialah infrastruktur, yang tidak lain adalah sarana dan prasarana terkait dengan kelas, laboratorium, maupun teknologi informasi dan komunikasi. "Apalagi sekarang dunia tanpa batas. Siswa bisa belajar tidak hanya dari guru dan buku yang ada, melainkan bisa belajar dari media sosial,"  Sedangkan aspek keempat yang tidak kalah penting dalam meningkatkan mutu pendidikan menurutnya ialah proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang menyenangkan, yang berinovasi dan penuh kreativitas lanjut dapat mendorong anak-anak terbangun motivasinya. Namun, proses pembelajaran juga tergantung dari potensi guru, kecakapan guru, dan kemampuan guru. Proses pembelajaran yang mendorong kreativitas juga mendukung untuk memenuhi empat kompetensi yang harus dimiliki generasi bangsa dalam menghadapi tantangan abad 21. Empat kompetensi yang biasa disingkat 4C tersebut meliputi Critical Thinking (berpikir kritis), Collaboration (kemampuan bekerja sama dengan baik), Communication (berkomunikasi) dan Creativity (kreativitas). keempat kompetensi tersebut harus masuk ke dalam proses pembelajaran di sekolah sehari-hari di SMA EL FITRA. inovasi dan kreativitas bisa menjadi kekuatan Indonesia yang memiliki bonus demografi, sehingga generasi bangsa akan bisa bersaing dengan negara lain pada abad 21. Dikatakannya, dalam proses pembelajaran juga harus dimasukkan pendidikan karakter. Dalam upaya peningkatan kompetensi Guru dan Tenaga Kepandidikan SMA EL FITRA Bandung menyelenggarakan event Workshop Training yang diselenggarakan dengan kolaborasi seluruh civitas akademika SMA EL FITRA dengan Pengawas Pembina sekolah 

Paparan 01 Dinamika Pendidikan 4.0 

Paparan 02 Delapan Standar Pendidikan 

Paparan 03 Detail Penyusunan RPP

Ikatan Alumni Sekolah sebuah kebutuhan .....Enterpreunership Kepala Sekolah

                  Ikatan Alumni, semua orang bilang dan sepakat penting untuk dimiliki. Tidak hanya untuk eksistensi, tapi juga untuk sarana silaturahmi antar keluarga besar “jebolan” suatu sekolah/universitas/lembaga pendidikan. Tapi sayang, tidak semua mau mengupayakan dan mengoptimalkan “keberadaan” Ikatan Alumni (IKA). Masih banyak dari kita yang “tidak peduli” terhadap eksistensi Ikatan Alumni.  Di era kini, peran Ikatan Alumni tidak hanya penting dalam mewujudkan visi & misi suatu sekolah/lembaga pendidikan, khususnya dalam kegiatan Akreditasi Sekolah. Tapi lebih dari itu, Ikatan Alumni dapat menjadi ujung tombak dalam meningkatkan reputasi sekolah di mata masyarakat, di samping “membuka jalan” alumni yang lain (alumni yang baru lulus) untuk masuk ke dunia kerja atau profesional. Ingat, hampir semua sekolah yang “berkualitas” selalu ditopang oleh Ikatan Alumni yang mumpuni pula. Realitas ini pada gilirannya akan dapat meningkatkan mutu lulusan sekolah tersebut. Jadi, alumni adalah aset penting yang harus dirangkul dan dikembangkan oleh setiap sekolah. Itu penting, baik untuk sekolahnya maupun alumninya !! 

            Buat apa? Tentu untuk “Membangun Sinergi”. Itulah kata kuncinya. Sekolah dan alumnnyai harus bersinergi. Alumni yang sukses tidak bisa dipisahkan dari sekolah tempatnya menimba ilmu. Besar atau kecil sumbangsih sekolah telah menjadi bagian dari suksesnya seorang alumni. Sebaliknya, sekolah yang mampu memfasilitasi dan menghargai alumninya (apalagi yang sudah sukses) melalui wadah Ikatan Alumni maka dengan sendirinya akan dipromosikan sebagai “tempat belajar” yang direkomendasi dan berkualitas. Sangat disayangkan, jika banyak alumni yang sukses dan memiliki potensi, tapi tidak mampu “bersinergi” dengan sekolahnya, Akhirnya, sekolah jalan ke mana? Alumni jalan ke mana? Bahkan siswanya sekarang pun entah mau kemana ? Tidak ada sinergi, tidak ada kepedulian.

SINERGI Sekolah dan Alumni hari ini, mutlak harus diwujudkan, Itu harga mati. Di tengah kompetisi dan dinamika peradaban yang kian sengit, sinergi sekolah dan alumni menjadi eleman penting. Jadi, MEMULAI membangun SINERGI antara sekolah dan alumni tidak ada kata terlambat untuk dilakukan. Mengapa Ikatan Alumni penting ? Ayo kita pikirkan dan renungkan ! Sekolah mana yang punya “nama besar” di situ pasti Ikatan Alumninya kuat. Sekolah mana yang “mentereng”, karena di situ ada kumpulan alumni yang berprestasi dan berkualitas. Sekolah mana yang dulunya “jelek” sekarang “bagus” karena alumninya ikut terlibat dalam “membesarkan” sekolahnya sendiri. Bagaimana dengan sekolah kita dulu ?

Setidaknya ada 4 alasan yang mendasari pentingnya IKATAN ALUMNI bagi suatu SEKOLAH:

  1. Alumni dapat berperan dalam memberikan masukan dan program nyata bagi kemajuan sekolah.
  2. Alumni memiliki potensi dan kompetensi dalam membangun opini publik demi “nama baik” (citra) sekolah.
  3. Alumni sebagai produk sekolahan dapat menjadi relasi penting dalam memperluas jaringan sekolah/siswa dengan insitusi di luar sekolah.
  4. Alumni dapat menjadi sumber informasi dunia kerja & usaha bagi lulusan baru suatu sekolah, di samping menjadi inspirasi bagi siswa yang ada di sekolahan sekarang.

Cuma gimana caranya menciptakan IKATAN ALUMNI yang berkenan bagi kita semua ? Setidaknya ada 3 orientasi yang harus diciptakan IKATAN ALUMNI

  1. Ikatan Alumni yang tak usang oleh waktu, yang tidak mengenal fanatisme kelompok, angkatan atau usia sekalipun. Memang sulit, tapi kegagalan banyak IKATAN ALUMNI karena terlalu banyak dikotomi di antara anggotanya. Inilah PR besar yang perlu kita cari “jalan tengah”.
  2. Ikatan Alumni selalu mencerahkan, yang membangun tradisi untuk “bersinergi nyata” bukan sekedar kangen-kangenan dan nostalgia. Informasi terkini dari sekolah harus didapat dan apa yang bisa diperbuat alumni untuk sekolahnya. Ikatan Alumni harus mencerahkan bagi para alumninya, sekolahnya, dan jika perlu siswa yang sedang belajar di sekolah. Ini PR lagi ....
  3. Ikatan Alumni harus realistis, tidak berlebihan dalam “bermimpi”. Jangan terlalu banyak yang di mau, di samping jangan ada kepentingan orang per orang yang dominan, semuanya didasari pada realitas. Apa adanya bukan ada apanya. Realistis dalam melihat dinamika zaman, realistis dalam berteman, realistis dalam mengatur waktu.
  4. Ketiga dasar itu yang menurut saya dapat membuat IKATAN ALUMNI memiliki “daya guna” yang lebih tinggi. Tulisan ini dibuat hanya untuk menjadi “bahan renungan” bersama para alumni dalam “realitas kekinian” manusia dan masyarakat. Saat ini banyak orang cenderung apatis, hedonis, dan terkesima dengan hiruk pikuk kehidupan. Tanpa mamu berbuat yang lebih bagi orang lain ?

Jika kita renungkan, kenapa sih bangsa ini semakin banyak orang pintar tapi makin banyak koruptor-nya? Ya karena ada yang hilang di era belajar saat proses kepintaran mereka. Di saat belajar, orang-orang pintar itu “kehilangan” konsep berpikir ala sekolahan yang harus ada pada dirinya, yaitu

  1. ETIKA akan pentingnya mengajarkan manusia untuk berbuat baik dan menjadi teladan dalam kehidupan. Mereka pintar tapi lupa etika saat harus mengimplementasikan ilmu yang dimiliki,
  2. LOGIKA akan pentingnya kepandaian akademis dalam berkontribusi terhadap kehidupan masyarakat. Logika harusnya dapat membawa kita untuk mencapai cita-cita, tapi setelah itu logika juga tidak boleh menjadikan orang pintar bersikap apatis. Orang pintar harus pandai juga bermasyarakat sehingga kepintarannya mampu menjadi solusi bagi masyarakat. Bukan sebaliknya, orang pintar yang menganggap setiap masalah dan dinamika yang terjadi di masyarakat dapat diselesaikan dengan sendiri-sendiri, dan
  3. ESTETIKA akan pentingnya mengajarkan kreativitas dalam menerapkan disiplin ilmu yang dimiliki. Kemampuan memadukan etika dan logika, masih mau berdiskusi dan menuliskan pemikirannya.

Mari kita “bergerak menuju sesuatu” – Moving Toward Something. .......www.kompasiana.com › Humaniora › EdukasiIkatan Alumni, Mengapa Penting? - Kompasiana.com 

Strategi 4 Kebijakan Mas Menteri Nadiem Makarim@SMAN 1 Bandung

 

 

Seiring dengan diundangkannya Surat Edaran Mendikbud no. 14 tahun 2019 dan Permendikbud No. 43 tahun 2019 maka sekolah harus melakukan perubahan perubahan mendasar pada proses pengelolaan pembelajaran , perencanaan pembelajaran di kelas secara lebih matang dan  proses pembelajaran yang terintegrasi dan cenderung ke arah tematik lokal satuan pendidikan sehingga penilaian holistik lebih mudah dilaksanakan 

Bahan Paparan Classroom 4.0 @ sman 1 bandung # 23 Januari 2020