Belajar Sepanjang Hayat

Barangsiapa meniti jalan untuk mendapatkan ilmu, Allah akan memudahan baginya jalan menuju surga.

Ke Blog ->

SMA Nasional Workshop Seminar 2019

Peningkatan mutu pendidikan sejatinya diawali dari program yang diterapkan untuk satuan pendidikan SMA Nasional berusaha untuk memenuhi empat aspek yang harus diperhatikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.Keempat aspek itu yakni kebijakan, kepemimpinan kepala sekolah, infrastruktur, dan proses pembelajaran. Kebijakan hal terpenting, utamanya yang berlaku secara nasional meliputi kurikulum dan ujian nasional. Adapun yang hal kedua ialah kepemimpinan (leadership) kepala sekolah juga tak kalah penting di dalam manajemen berbasis sekolah. "Tergantung school based management, artinya leadership kepala sekolah, transparansi keuangan, hubungan ekosistem berjalan di sekolah antara guru dengan kepala sekolah, orang tua dengan guru, maupun dengan siswa dan seluruh yang ada di satuan pendidikan, ekosistemnya harus jalan, Sebagai Pengawas Sekolah berharap, kepala sekolah yang memiliki kreativitas dan inovasi bagus, bisa membuat sekolah yang dipimpinnya menjadi bagus pula. Aspek ketiga lanjutnya ialah infrastruktur, yang tidak lain adalah sarana dan prasarana terkait dengan kelas, laboratorium, maupun teknologi informasi dan komunikasi. "Apalagi sekarang dunia tanpa batas. Siswa bisa belajar tidak hanya dari guru dan buku yang ada, melainkan bisa belajar dari media sosial,"  Sedangkan aspek keempat yang tidak kalah penting dalam meningkatkan mutu pendidikan menurutnya ialah proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang menyenangkan, yang berinovasi dan penuh kreativitas lanjut dapat mendorong anak-anak terbangun motivasinya. Namun, proses pembelajaran juga tergantung dari potensi guru, kecakapan guru, dan kemampuan guru. Proses pembelajaran yang mendorong kreativitas juga mendukung untuk memenuhi empat kompetensi yang harus dimiliki generasi bangsa dalam menghadapi tantangan abad 21. Empat kompetensi yang biasa disingkat 4C tersebut meliputi Critical Thinking (berpikir kritis), Collaboration (kemampuan bekerja sama dengan baik), Communication (berkomunikasi) dan Creativity (kreativitas). keempat kompetensi tersebut harus masuk ke dalam proses pembelajaran di sekolah sehari-hari di SMA Nasional. inovasi dan kreativitas bisa menjadi kekuatan Indonesia yang memiliki bonus demografi, sehingga generasi bangsa akan bisa bersaing dengan negara lain pada abad 21. Dikatakannya, dalam proses pembelajaran juga harus dimasukkan pendidikan karakter. Dalam upaya peningkatan kompetensi Guru dan Tenaga Kepandidikan SMA Nasional Bandung menyelenggarakan event Workshop Training yang diselenggarakan dengan kolaborasi seluruh civitas akademika SMA Nasional dengan Pengawas Pembina sekolah 

Bahan Paparan 1 : Paradigma Kurikulum 2013 

Paparan 2           :  Administrasi Guru  

Paparan 3            : Panduan Singkat eRAPORT 2018

Paparan 4            :  eRAPORT SMA NASIONAL

 

 

Fasilitasi Kegiatan PSMA ON Bimtek Supervisi Akademik Kepala Sekolah Angkatan 2 Tahun 2019 By Garden Permata

IMG 20190925 WA0003 IMG 20190925 WA0004 IMG 20190925 WA0002
IMG 20190925 WA0005 IMG 20190925 WA0006 IMG 20190925 WA0009
IMG 20190925 WA0010 IMG 20190925 WA0011 IMG 20190925 WA0012
     

Perkembangan pesat akan terus berlangsung, semisal perkembangan teknologi tidak akan bisa ditolak dan dihambat, perkembangan masyarakat sosial, perkembangan ekonomi dan perkembangan yang lainya. Pertanyaanya, kita sebagai guru, sudahkah menyiapakan peserta didiknya untuk mengahadapi era abad 21? Atau kita berjalan lurus seperti biasa menjalankan rutinitas? 

Ada 6 keterampilan inti yang wajib dikuasai oleh Kepala Sekolah, Guru dan Siswa dalam menghadapi abad 21.

Pertama, keterampilan berpikir kritis dan mampu menyelesaikan masalah atau sering dikenal dengan critical thinking and problem solving. Keterampilan atau kemampuan guru untuk menciptakan anak berpikir kritis. Maksudnya berpikir kritis adalah mengaplikasikan rasional, kegiatan berpikir yang tinggi, yang meliputi kegiatan menganalisis, mensintesis, mengenai permasalahan dan pemecahannya, menyimpulkan seran mengevaluasi. Atau secara singkatnya berpikir untuk menyelesaikan masalah dengan tujuan untuk menjadi lebih baik.

Kedua, keterampilan bekerjasama dan berkomunikasi dengan baik atau sering dikenal dengan collaboration and communication. Keterampilan ini merupakan keterampilan dalam hal bekerjasama dan komunikasi yang baik. Maksud dari komunikasi disini adalah kita mampu berinteraksi dengan seluruh manusia yang ada di dunia ini, karena Abad 21 tidak ada lagi sekat negara yang memisahkan. Jadi, setiap siswa harus mampu berbahasa Internasional dalam menghadapai Abad 21.

Ketiga, Keterampilan berpikir kreatif dan mengembangkan imajinasi atau sering dikenal dengan creativity and imagination. Guru harus bisa memancing siswa untuk berpikir kreatif dalam segala bidang yang ada di dunia pendidikan. Setiap siswa mempunyai kemampuan yang berbeda-beda, guru harus mampu menumbuhkan setiap kreatifitas semua siswa. Yang mempunyai kreatifitas dan Imaginasi tinggilah yang akan sukses dan menguasai dunia saat ini.

Keempat, keterampilan untuk menjadi warga negara yang baik atau sering dikenal denan citizenship. Kemajuan Teknologi dan Informasi di abad 21 akan membuat rasa nasionalis berkurang. Oleh sebab itu, guru harus memberikan doktrin kepada siswa menjadi warga negara yang baik, dengan cara berkontribusi membangun negara untuk ikut serta mensejahterakan masyarakat. Jika suatu negara krisis, maka banyak masalah yang akan muncul.

Kelima, kemampuan atau keterampilan untuk dapat memahami dan menggunakan informasi dari berbabagai sumber untuk ditampilkan di Internet atau sering dikenal dengan digital literacy. Berdasarkan catatan UNESCO, digital literacy merupakan kemampuan untuk mengakses sumber berita dan mengevaluasi secara kritis dan menciptakan informasi melalui teknologi digital. Melalui digital literacy, seseorang tidak sekedar memiliki kemampuan untuk mengoperasikan peralatan teknologi, tapi juga harus memiliki kemampuan lain.

Keenam, kompetensi atau kemampuan untuk mengembangkan potensi siswa atau sering dikenal dengan student leadership and personal development. Guru harus mampu memahami potensi setiap siswa dan mengembangkan potensi tersebut. Setiap anak mempunyai potensi yang berbeda–beda, guru harus mampu meningkatkan rasa percaya diri kepada siswa dalam mengembangkan potensinya.

Paparan Dinamika Kurikulum @ Bu Enung   

Paparan Dinamika Mapel Informatika

Kelompok Kerja Kepala Sekolah wilayah Bandung Utara (K3S Bandung Utara)

       

IMG 20190925 WA0017 IMG 20190925 WA0016 IMG 20190925 WA0015
IMG 20190925 WA0014 IMG 20190925 WA0013  
     

Dalam rangka untuk terus menerus meningkatkan dan memenuhi kebutuhan sekolah terhadap manajemen penilaian berbasis web (e-Rapor SMA), maka senantiasa dilakukan perbaikan dan penyempurnaan pada Aplikasi eRapor SMA. Pengembangan Aplikasi eRapor SMA juga dilakukan untuk mengakomodasi berkembangnya kebutuhan akan data eRapor dan juga untuk lebih meningkatkan layanan terhadap segenap stakeholder pendidikan ditingkat pusat maupun daerah. Maka saat ini kami telah merilis pembaruan Aplikasi eRapor SMA versi 2018 sebagai pembaharuan versi 2017.2**

Bahan Paparan eRaport dalam Pembelajaran K 13

 

 

PEMBATIK@SMAN 1 BANDUNG

        SMA Negeri 1 Bandung melakukan beberapa langkah inovaif yang merupakan terobosan dalam upaya untuk mempersiapkan generasi Millenial yang akan menjadi lulusan dari sekolah ini. Seiring dengan diperolehnya status sekolah menjadi sekolah SKS maka SMAN 1 Bandung mengembangkan pembelajaran berbasis digital  "Digital Smart School" dengan mengembangkan UKBM berbasis digital yang dikembangkan oleh guru - guru SMAN 1 Bandung sendiri yang disusun dalam e-learning sekolah yang dapat diakses oleh seluruh siswa dan guru baik secara on line maupun on lan dalam jaringan informasi di sekolah. Pembelajaran yang dikembangkan oleh guru-guru dan dimanfaatkan dalam pembelajaran menjadi sangat interaktif dengan diperolehnya bantuan SMARTBOARD dari bidang PSMA Disdik Provinsi Jawa Barat tahun2019

Pembatiksmansa WhatsApp%20Image%202019 09 21%20at%2013.41.24 WhatsApp%20Image%202019 09 21%20at%2013.07.08 WhatsApp%20Image%202019 09 21%20at%2013.07.10%20%281%29

       Kurikulum 2013 dikembangkan untuk menyiapkan siswa dalam menghadapi era milenial dimana perubahan berlangsung dinamis dan tidak bisa diprediksi. Siswa diharapkan menjadi individu-individu yang mandiri untuk menyesuaikan dengan kondisi dunia di masa depan. Dengan demikian, tantangannya adalah menjadikan siswa sebagai individu yang cerdas, mandiri, unggul, dan tangguh sehingga mampu bertahan di era milenial. Peran pendidik dalam pembelajaran bercirikan:

Smansa

 

Dinamika Kurikulum 2013